RI Butuh Tenaga Kerja Handal untuk Hadapi Era Digitalisasi Industri

Darmin Nasution, Mentri Kordinator Bidang Perekonomian, menyatakan saat ini dunia memasuki era revolusi industri 4.0 dan dikaitkan dengan era digitalisasi. Pemerintah Indonesia dan para pelaku usaha/bisnis tidak mampu mengelak dari ini, namun mengambil langkah untuk bersiap menghadapinya dengan cara meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM).

“Saat ini kita masuk revolusi industri 4.0. Hal apapun harus kita cermati dan ini sama sekali tidak bisa kita hindari,” tegas Darmin pada Seminar Nasional Outlook Industri 2018 yang diadakan di Hotel Borobudur, Jakarta.

Dia juga menuturkan, hadirnya marketplace atau e-commerce lebih banyak menjual barang/produk import. “Dalam era digital ini, kita harus cermat memilih apa yang bisa kita unggulkan, karena produk yang kita bisa hasilkan bukan dengan teknologi tinggi,” tutur mantan Gubernur BI itu.

Pemerintah juga ingin mengembangkan bisnis online alias e-commerce di Indonesia, salah satu caranya dengan meningkatkan kemampuan dan keahlian sumber daya manusianya melalui pendidikan vokasional.

“Dalam rangka pengembangan e-commerce ini ada satu faktor yang sangat krusial yakni sumber daya manusia,” Darmin menerangkan. Seperti yang kita tahu, untuk meluncurkan e-commerce, kita perlu mempersiapkan segala macam hal. Mulai dari Infrastruktur Teknologi berupa server, koneksi bandwith, sistem keamanan, hingga sumber daya manusianya mulai dari contact center, tim developer, hingga tim marketing semua harus terdiri dari sumber daya yang berkualitas.

Sebelumnya Indonesia juga harus sudah siap menghadapi terpaan gelombang digitalisasi yang membawa perubahan besar pada perekonomian nasional. Antisipasi perlu dilakukan agar pertumbuhan ekonomi nasional tetap terjaga dan tidak jatuh dalam kondisi krisis seperti tahun 1997-1998.

Darmin Nasution juga menjelaskan, pemerintah sedang berupaya keras menghentikan perlambatan ekonomi dan membalikkan kembali pertumbuhan ekonomi nasional. Pada tahun 2015, pertumbuhan ekonomi mencapai titik terendah dan dapat berbalik dengan cepat pada tahun 2016 dengan berbagai langkah besar.

Pemerintah juga sudah mencari penyebab hal tersebut. Meskipun belum mengambil kesimpulan pasti penyebab perlambatan ekonomi, salah satu persoalan adalah munculnya penetrasi ekonomi digital yang kian masif.

Menurutnya, pertumbuhan ritel dengan media bisnis online (e-commerce) sudah meningkat 30 kali lipat dalam 3 tahun meskipun dari sisi jumlah belum besar tapi tetap tumbuh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *